Senin, 13 Mei 2013

Ngadatnya layanan BBM akan perburuk reputasi BlackBerry


Selain merugikan pengguna, ngadatnya layanan BlackBerry Messenger semalam di Indonesia dinilai akan memberikan dampak yang buruk. Dampak ini terutama akan dirasakan oleh BlackBerry sendiri.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi. Menurutnya, tumbangnya layanan BBM ini menjadi promosi buruk bagi BlakcBerry. Padahal, BlackBerry sendiri saat ini sedang berjuang kembali merebut pasar dari persaingan yang menjadi kian tajam.
Ditambahkan, para pesaing BlackBerry sendiri pun saat ini semakin banyak. "Apalagi Indonesia, sebagai pasar utama mereka. Dan lawan BlackBerry, bukan hanya vendor ponsel cerdas lain semisal Samsung, HTC, iPhone atau Sony, tapi juga instant messenger yang juga ramai menyerbu jaringan operator di Tanah Air," ujarnya, Senin (13/5).
Layanan instant messaging yang masuk ke Indonesia di antaranya WhatsApp, WeChat, Line, Kakao Talk, Viber dan sebagainya, dengan promosi dan iming-iming hadiah yang tidak kalah menarik jika mengunduh atau menggunakan layanan mereka.
Heru menegaskan, BlackBerry harusnya mengubah strategi dan tidak bisa menggunakan pendekatan tradisional. Tidak bisa lagi mengatakan bahwa operator dan pengguna-lah yang membutuhkan BlakcBerry. Namun sebaliknya, layanan purna harus diberikan pada operator dan konsumen.
Keluhan soal pelayanan BlackBerry atau dulu bernama Research in Motion, tambahnya, sudah disampaikan operator telekomunikasi Indonesia sejak lama. "Ketika jaringan di Eropa tumbang, kita tidak dapat informasi apa-apa, mengenai apa dampaknya bagi Indonesia," kata mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tersebut.
Sekjen Indonesia Telecommunication User Group (IDTUG) Muhammad Jumadi secara tegas meminta agar masalah tumbangnya layanan BlackBerry ini menjadi catatan pemerintah dan regulator untuk memanggil BlackBerry. "Pemerintah dan regulator harus tegas. Panggil BlackBerry untuk minta penjelasan," katanya.
Seperti diketahui, selama sembilan jam, layanan BlackBerry di Indonesia mengalami penurunan kualitas. Akibatnya, BBM pun sempat ngadat dan tak bisa digunakan oleh para pengguna. Hal ini sendiri dikabarkan akibat dari adanya perbaikan jaringan BlackBerry di Asia Pasifik.

0 komentar:

Posting Komentar