Pemerintah menargetkan Indonesia bisa mencapai surplus beras minimal 10 juta ton, setiap masa panen. Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Haryono menuturkan, target tersebut sangat mungkin dicapai.
Terutama lantaran teknologi pengolahan padi Indonesia diklaim terbaik di antara negara-negara di Asia Tenggara.
"Dari segi produktivitas Indonesia mempunyai teknologi pengolahan tanaman padi yang lebih baik dibanding negara-negara di Asia Tenggara," ujar Haryono di Solo, Jawa Tengah, Rabu, (17/4).
Dengan target surplus tersebut, Indonesia sesungguhnya tak perlu lagi impor. Bahkan bisa mempunyai cadangan pangan hingga 3 bulan, atau setara satu kali masa tanam padi.
"Untuk bisa mencapai target surplus 10 juta ton, kita akan memperbaiki sarana irigasi dan meningkatkan indeks pertanian. Kami juga terus berupaya mencetak varietas unggul baru," katanya.
Saat ditanyakan mengapa Indonesia masih melakukan impor beras, Haryono pun berkelit. Menurutnya impor beras dilakukan karena besarnya rasio antara produksi dengan kebutuhan. Bukan karena teknologi pengolahan tanaman padi Indonesia ketinggalan zaman.
yah masih untung di ditengah keterpurukan bangsa kita ini, bangsa indonesia masih mau untuk terus berjuang meningkatkan produktivitas, saya selaku pemuda negeri ini saya salut dah, mungkin kelak saya dapat berkontribusi banyak .. hehehe
aamiin :)
0 komentar:
Posting Komentar